Membangun Sinergi=Membuka Diri

September 2, 2009

“Kita selalu terkotak-kotak. Jarang sekali bicara dari hati ke hati dan menyatukan sumberdaya yang ada. Makanya, pembangunan kita berantakan.”

Tim Advokasi Kota Kupang menyanyi "bersama"
Tim Advokasi Kota Kupang menyanyi “bersama”

BEGITU yang dikatakan hampir sebagian besar peserta pelatihan Advokasi KIBBLA di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peserta yang berlatar belakang birokrasi (Bappeda, Dinkes, PMD, PKK), ornop, media massa,  pemimpin komunitas, adat, dan agama dari 9 kabupaten/kota (Kota Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka dan Lembata) mengakui, koordinasi dan sinergi adalah fondasi utama dalam proses pembangunan kesehatan dan penurunan angka kematian Ibu/bayi di NTT. Sayangnya, itu justru yang menjadi titik lemah selama ini di provinsi ini. Semua pihak, sektor, maupun kalangan bergerak sendiri-sendiri untuk kepentingan yang bersifat jangka panjang. Penyelamatan ibu dan anak sebagai bagian dari investasi masa depan (baca: jangka panjang) menjadi prioritas paling buncit. Padahal, jika permasalahan kesakitan/kematian ibu dan anak tidak diatasi sekarang, maka sama saja dengan menciptakan “bom waktu” di masa depan.

Ego-sektoral, kurang koordinasi, tidak komunikatif, jarang bertemu, tidak pernah bikin perencanaan bersama, sistem pengalokasian dana yang tidak efisien dan sarat kepentingan personal, hingga kegiatan hanya dilihat sebagai proyek, dipandang para peserta sebagai penghambat sinergisitas di pelbagai kalangan multipihak dalam menangani perkara tingginya angka kematian/kesakitan ibu dan bayi.  Tim Advokasi KIBBLA yang dibentuk lewat  Program Kemitraan untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (Bappedaprov NTT, Dinkesprov, dan didukung AusAID)  sepakat, menghadapi tantangan yang semakin sulit dan tak pasti di depan sana, pilihan bekerjasama tidak bisa dielakkan. Semua orang harus mau membuka diri, berfikir apresiatif dan kreatif.

Dalam pelatihan yang langsung dilanjutkan dialog dengan para anggota DPRD ini, Penalahati Nusantara lantas melakukan modifikasi atas modul keluaran Depkes RI (HSP-USAID) dengan menambahkan (baca:menyelipkan) pelbagai kegiatan untuk menguatkan proses pembelajaran dan sinergisitas di antara para peserta. Misalnya saja,

Menggali Kekuatan Personal

Sebuah kelompok, komunitas atau tim dibangun dari kekuatan-kekuatan para personilnya. Menjadi satu kesatuan yang kokoh, bukan para jagoan yang berdiri sendiri-sendiri. Penting bagi para peserta untuk menggali dan menemukan “hal-hal terbaik” dalam hidupnya, seperti pengalaman terbaik, mimpi terbaik, pencapaian tertinggi, masa kecil paling membahagiakan, dan seterusnya. Itu semua aset terbaik yang dimiliki seorang peserta dan menjadi semakin kaya-lengkap manakala dipadukan dengan peserta lain. Intinya satu, bahwa kita memiliki kekuatan yang sangat besar dan kaya untuk memulai perubahan.

Membangun Dialog

Asumsi, pertanyaan yang tak terucap, keraguan, maupun rasa suka-tidak suka kerap dibawa peserta manakala datang ke sebuah pelatihan. Penting untuk diciptakan ruang dialog seluasnya untuk  memberi kesempatan kepada semua orang  saling mengemukakan pikirannya dengan nyaman dan aman. Metode atau teknik untuk membangun partisipasi penuh bisa macam-macam, dari bicara bergantian, semua dapat giliran (round robin), diskusi kelompok kecil, word’s cafe, hingga dalam bentuk tulisan atau gambar.

Berbagi Visi

Saling menceritakan mimpi sama artinya saling berbagi visi. Satu sama lain saling memahami persepsi masa depan masing-masing anggota tim. Proses pembuatan visi kolektif berdasarkan visi individual akan membuat para peserta “terikat” di dalam visi yang terbangun. Itu bagian dari mimpi setiap orang dan mereka merasa bertanggungjawab untuk mewujudkannya. Saat dikaitkan dengan situasi atau realita masa kini, kesenjangan yang tercipta — antara visi dan realita– dapat menjadi “ketegangan kreatif” bukan “ketegangan emosional”.

Tim Advokasi Kabupaten Sikka menganalisis situasi KIBBLA sesungguhnya

Tim Advokasi Kabupaten Sikka menganalisis situasi KIBBLA sesungguhnya

Cara Berfikir Sistemik

Sebuah tim, komunitas, organisasi, perusahaan, bahkan pemerintah daerah sudah semestinya berfikir sistemik saat menganalisis situasi dan merencanakan kegiatan. Bahwa, ada konsekuensi-konsekuensi sistemik yang akan bersifat mempercepat atau menghambat kemajuan. Dengan menggunakan cara berfikir ini, akan menjadi lebih awas dan kreatif dalam menciptakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengintervensi sistem sosial atau mampu memberikan daya ungkit perubahan yang besar.

/diq


”Ini Sungguh Luar Biasa!”

September 2, 2009

Laporan Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa

Bogor, 27-31 juli 2009

”Kursus ini sangat baik dan luar biasa. Penyampaiannya sangat santun namun sangat berbobot. Banyak pelajaran berharga. Terus terang, baru kali ini saya mengikuti proses pelatihan yang tidak membosankan.” (Ardyansyah, External Relation PT Berau Coal)

Kolaborasi positif adalah pilihan terbaik – dari sekian banyak pilihan– dalam penangan sengketa pengelolaan sumberdaya alam. Begitu, kata akhir dari peserta Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa (KPS) hasil kerjasama Penalahati Nusantara dan Agus Mulyana & Partner pada 27-31 juli lalu.

kpsok

Selama lima hari itu, di Hotel Permata Bogor, para peserta yang berasal dari beberapa kalangan (korporasi, birokrasi, komunitas, dan ornop) ini, antara lain dari PT. Bumi Resources, PT. Astra Agro Lestari, Kaltim Prima Coal, PT. Berau Coal, Center of International Forestry Research (CIFOR), Litbang Kehutanan Dephut, Taman Nasional Kutai, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai, Kepala Desa Sangkima dan Ketua BPD Sangata Selatan, Yayasan Riak Bumi dan Yayasan BIKAL, diajak untuk mengkonstruksi sengketa yang kerap terjadi di lingkungan masing dengan pendekatan, metode, dan alat bantu baru. Tidak hanya mempelajari teori saja, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Desa Cengal, Bogor.

Lantas, apa lagi komentar peserta? Berikut sebagian dari komentar mereka:

M. Fadli, Badan Lingkungan Hidup, Kutai Timur:

”Saya sangat tertarik dengan cara penyampaian materi dan selingan-selingan permainan yang tidak membosankan. Penyampaian materi sangat terstruktur, mudah dimengerti, dan banyak contoh kasus yang bisa beri ilustrasi dan inspirasi.”

M. Thamrin, Kepala BPD Desa Sangata, Kutai Timur:

”Teknik menghidupkan suasana belajar sangat luar biasa. Kami dibuat saling akrab dalam belajar 5 hari. Padahal, sebelumnya tidak saling kenal. Sekali lagi, ini sungguh luar biasa.”

Imam Thayibi, Comunity Development Staff PT Astra Agro Lestari:

”…Saya baru tahu, ternyata hiasan ruang kelas bermanfaat dalam proses belajar. Materi komprehensif. Newsletter yang terbit tiap hari membantu saya dapat me-review pelajaran kembali. Kami ingin Penalahati membuat kursus lain yang bermanfaat dan bisa kami implementasikan di lapangan. Terima kasih Penalahati Nusantara.”

Respon peserta tentu saja membanggakan kami. Sekaligus, memberikan tantangan kepada kami untuk membuat kurus-kursus selanjutnya,  lebih baik lagi. Tunggu saja tanggal mainnya.


Sembilan Belas Juni

September 1, 2009

“Penalahati adalah institusi konsultasi & pelatihan di bidang desentralisasi, termasuk di isu kesehatan, yang melibatkan proses partisipasi multipihak”
-    sms terkirim 28/08/2008

Pada suatu saat, tak lama sebelum ini, seseorang bertanya kepada saya tentang Penalahati. “Jadi sebetulnya apa yang membedakan Penalahati dari institusi lain? Kalian memberikan pelatihan, fasilitasi dll, institusi yang lain juga begitu. Jadi apa yang membuat Penalahati istimewa?”

bergembiraTeman, mari saya beritahu apa yang menjadikan Penalahati istimewa.

Read the rest of this entry »


PELAYANAN ADALAH PEMASARAN

August 2, 2009

Pada 16 Juli 2009 lalu, Penalahati Nusantara mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam Workshop LGSP di Yogyakarta. Temanya adalah Marketing One’s Services. Berikut naskah presentasi yang dirancang oleh Benito Lopulalan dan dihantarkan oleh Doni A. Baruno.

Governing today means giving acceptable signs of credibility.
(Jean Baudrillard)

menyanyi1

Sekelompok birokrat bernyanyi, sebuah lagu popular bersalin syair untuk mengampanyekan keselamatan bagi Ibu, Bayi dan Balita. Segera setelah itu, mereka berdiskusi tentang berbagai solusi untuk menurunkan angka kematian maupun angka kesakitan ibu bayi dan balita.

Ketika persoalan-persoalan muncul dan dibahas, para fasilitator Penalahati Nusantara berusaha membangun atmosfir komunikasi effektif dengan membangun dinamika appresiasi antar peserta.

Momen-momen itu muncul ketika Penalahati Nusantara terlibat dalam pembentukan tim kabupaten untuk mendorong pengurangan angka kematian ibu, bayi dan balita di 18 kabupaten dalam enam provinsi.

Membangun momen yang kuat, efektif dan bermanfaat, dalam session-sesion yang dibangun pada saat penyelenggaraan pelatihan, maupun saat berdialog di luar ruang, bagi Penalahati adalah rumus utama dalam pemasaran yang berhasil.

Penalahati telah terlibat dalam berbagai program baik dengan lembaga donor seperti AUSAID, USAID, UNDP; dengan kalangan birokrasi seperti Depkes, Depdagri maupun Pemkab; dengan komunitas desa; maupun dengan kalangan NGO seperti WALHI atau KAU (koalisi anti utang).

Perspektif Penalahati untuk melibatkan diri dalam dunia fasilitasi berasal dari keterlibatan anggota-anggotanya dalam berbagai aksi Community Development,  Creative Development, Media, Demokratisasi dan Sustainability.

Read the rest of this entry »


FAKFAK MERENCANAKAN PEMBANGUNAN DESA SECARA PARTISIPATIF

August 2, 2009

Penalahati bekerjasama dengan Local Governance Support Program (LGSP)-LGSP memberikan pelatihan fasilitasi perencanaan pembangunan desa untuk para kader pembaharu desa Kabupaten Fakfak beberapa waktu lalu. Pelatihan yang diselenggarakan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini, dipandang mampu meningkatkan kapasitas, melahirkan inspirasi dan menebalkan motivasi akan pentingnya keikutsertaan semua pihak dalam proses pembangunan.


Kelas Publik

June 9, 2009

Penalahati Nusantara berkolaborasi  Agus Mulyana & partners
menyelenggarakan:

Kursus Singkat

Kecakapan Penanganan Sengketa

Bogor, 27-31 Juli 2009

peluk-semua Read the rest of this entry »


Aset di atas Geowisata=Masa Depan

April 27, 2009

Penalahati Nusantara selalu percaya, cara terbaik menghadapi dunia yang saling berkait seperti sekarang ini adalah dengan menumpukan diri pada  kekuatan yang kita miliki. Semua kekuatan yang ada (diri sendiri, orang lain, situasi) dapat menjadi modal untuk melangkah maju. Keyakinan itu pula yang kami tularkan kepada kader-kader kawasan wisata Kabalong, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. Hasilnya memang menakjubkan. Setelah dua hari berproses, para kader muda dari tiga desa: Karanggondang, Limbangan dan Lolong (Kabalong akronim dari tiga nama desa ini) mengetahui bahwa mereka punya banyak kekuatan. Dengan itu, mereka yakin, mereka dapat melesat maju. Mimpi pun dibangun.

Read the rest of this entry »


Berubah Bersama-sama

April 1, 2009

Tim Fasilitasi dan Pelatihan PENALAHATI NUSANTARA baru pulang dari tanah NTT. Selama hampir 3 minggu, pertengahan Februari hingga awal Mei, para fasilitator dan pelatih di PENALAHATI mendampingi para fasilitator provinsi menghantarkan lokakarya perencanaan DTPS KIBBLA di Labuan Bajo (Kab. Manggarai Barat), Moni ( Ende), Waiara (Sikka), Waitabula (Sumba Barat Daya), dan Lewoleba (Lembata). Dan, berkenalan dengan para pejabat dari 9 kabupaten/kota.

Ini memang pengalaman yang sangat berharga. Banyak hal menarik yang berhasil didapatkan anggota tim dalam kegiatan ini, pun yang paling utama adalah merasakan dan menyaksikan semangat perubahan di sana. Seluruh peserta pertemuan (Lokakarya dan Orientasi) yang berasal dari berbagai kalangan merasa sudah waktunya NTT menemukan strategi pembangunan yang baru. Para peserta menggugat kondisi yang ada sekarang ini dan bosan selalu diletakkan dalam posisi “paling tinggi”, misal, Angka Masyarakat Miskin paling tinggi, Angka Kematian Ibu nomor tiga paling tinggi, kasus gizi buruk paling tinggi, pengangguran paling tinggi, dan seterusnya. Apalagi ditambah dengan  imaji salah tentang NTT,  seperti daerah kering, tandus, dan miskin. Para pejabat daerah, tokoh adat, pemuka masyarakat, pekerja media, aktivitis LSM dan lainnya yang ditemui Penalahati ingin mengubah itu semua. Bersama-sama.

moni

Read the rest of this entry »


Geomedis KIBBLA: Peta Jaringan Kesehatan

March 5, 2009

Ada yang baru dari alur proses Lokakarya Perencanaan DTPS KIBBLA. Pada empat lokakarya yang melibatkan tim perencana dari tujuh  kabupaten (Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur) dan satu kota (Kota Kupang), Penalahati memperkenalkan gagasan dan metode Geomedis Kesehatan.

geomedis

Read the rest of this entry »


Forum KIBBLA: Menyambung Keterputusan Dialog

February 12, 2009

Tahap Pertama dari Perencanaan DTPS KIBBLA adalah Orientasi Multipihak. Tujuan utamanya adalah meminta dukungan dan kontribusi multipihak dalam proses Perencanaan DTPS KIBBLA. Akan tetapi, setelah Tim Perencana dan Tim Advokasi terbentuk, yang namanya multipihak terlupakan, meski memang di masing-masing pihak terdiri atas unsur-unsur multipihak. Padahal, semestinya, Tahap Orientasi tersebut adalah sebuah kesempatan untuk membangun gerakan kesehatan bersama-sama dan menjadi pintu masuk untuk membangun relasi yang lebih kuat. Terutama, terkait dalam proses pengawalan implementasi dari perencanaan yang sudah dibuat.

Read the rest of this entry »