Tak ada Ucapan Selamat Berpisah

Seni atau ‘art’ adalah sebuah kata. Tapi inilah sebuah kata sakti yang menyatukan teori dan praktek, Dalam dunia manjemen misalnya, dikatakan bahwa manajemen adalah seni mengelola. Tetapi, ada juga manajer yang berani mengatakan bahwa manajemen itu seni yang tidak ada teorinya, tidak bisa diajarkan.

Kita tentu saja percaya bahwa segala sesuatu bisa dipelajari. Kita percaya bahwa setiap orang memiliki kekuatan, dan kita bisa memperkuat diri dan memudahkan kerja tim dengan belajar dan bekerja bersama.  “Yang penting kita bisa bekerja sama dengan santai tapi serius dan sukses,”kata Hj Nuraisyah Aritonang, peserta dari kota Sibolga. Memang itulah inti proses yang dialami para peserta selama lima hari ini.
Para peserta, tampaknya sudah membuktikan nikmatnya bekerja dan belajar sambil membangun relasi dalam tim.  Setelah lima hari di Hotel Sibayak, para peserta bergelut dengan pengalaman bersama, kini tiba saatnya untuk menjalankan praktek di dunia nyata. Lebih dari itu, untuk membangun kalangan peduli KIBBLA di wilayah maih-masing.

Seperti praktek dunia seni pada umumnya, seperti yang kita alami bersama, kita dapat pula memanfaatkan pemikiran dan pengalaman, kepekaan dan kreativitas serta imajinasi. Plus: kemampuan belajar dari orang lain.

Jika ini bisa terjadi effektif, maka DTPS-Kibbla, di tingkat kabupaten bisa untuk menularkan virus bekerja sama, saling energizing, ice-breaking sehingga relasi bisa terbangun dengan hangat dan effektif.  Bukankah ini yang dibutuhkan daerah kita: kemampuan bekerja sama di antara aparat birokrasi, dan stake holders lain, sehingga daerah kita bisa maju dan maju.

Pesan-pesan penutupan hari ini pastilah berhubungan dengan revisi, karena seperti di daerah lain, peserta diminta melakukan revisi dan realisasi rencana tindak lanjut dari konsep yang sudah terbangun.  Ini memang krusial.

Sesudah itu, apakah akan kita ucapkan kata selamat tinggal, selamat berpisah? Tidak saudara, kita akan saling mengucapkan selamat jalan, sampai jumpa lagi. Kita tidak berpisah karena diantara proses dan hasil DTPS-KIBBLA telah terjalin relasi perkawanan, persahabatan dan atau persaudaraan. Bukankah tiga kata yang disebut terakhir itu menyegarkan hidup, dan kerap menjadi alasan bagi orang untuk bertahan menikmati hidup lebih lama?  (ben)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: