November 19, 2008
Tumbuh dan berkembang, begitu realita mahluk hidup. Begitu pula pengetahuan fasilitasi yang hidup, akan terus tumbuh dan membuahkan aneka aplikasi yang menarik. Penalahati mengalami proses pemerkayaan layanan berkat penggalian-penggalian pengetahuan dan pengalaman fasililitasi yang tak henti. Beberapa di antaranya:

Read the rest of this entry »
Leave a Comment » |
Aktivitas |
Permalink
Posted by penalahati
November 19, 2008

Replikasi fasilitator DTPS-KIBBLA Provinsi Jawa Timur
Penalahati mendapat kepercayaan baru dari Health Services Program (HSP)/USAID untuk terlibat dalam program replikasi DTPS KIBBLA di 10 kabupaten baru di Provinsi Sumatera Utara, Jawa Barat, dan Jawa Timur, dari Oktober lalu hingga Februari mendatang. Peran Penalahati berkaitan dengan pelatihan fasilitator provinsi, pendampingan Tahap Orientasi Multipihak dan Tahap Perencanaan.
Kepercayaan juga diberikan oleh AUSAID yang tengah mereplikasi program DTPS-KIBBLA untuk diimplementasikan di kawasan Nusa Tenggara Timur. Tahap penjajagan, Penahati akan melatih para fasilitator provinsi di Soe akhir November ini, menyiapkan mereka untuk menjadi pelatih fasilitator DTPS-KIBBLA dan pemandu proses perencanaan yang sedianya akan mulai dilaksanakan tahun depan.
Dua kepercayaan ini sungguh penghargaan yang luar biasa. Semacam rekognisi bahwa apa yang kami lakukan di hari kemarin punya manfaat dan perlu diteruskan di hari depan. Pun begitu, kami tak ingin larut dalam eforia keberhasilan. Justru sebaliknya, terus melakukan refleksi diri, melihat dengan rendah hati, apa saja yang perlu diperbaiki. Masih banyak, ternyata!
Leave a Comment » |
ToF Lab | Tagged: DTPS KIBBLA, usaid, ausaid |
Permalink
Posted by penalahati
November 19, 2008

“Dari awal hingga akhir, bersemangat terus” Begitu barangkali sepenggal kalimat untuk mengambarkan suasana pelatihan facilitative teaching untuk para dosen FKM Undip. Kegiatan ini benar-benar memerlihatkan dukungan dekan dan jajaran pimpinan FKM akan inisiasi ToF Lab. Setelah para mahasiswa mencicipi pengalaman belajar fasilitasi, di Salatiga pada 15-16 November lalu giliran 14 dosen, yang nantinya akan menjadi penggerak ToF Lab. Menjadi penggerak dan pengawal cita-cita ToF Lab jelas membutuhkan penguatan dasar terkait fasilitasi. Juga, menjadi bekal untuk membangun kesadaran di kalangan mahasiswa dan staf pengajar akan kehadiran ToF Lab dan pentingnya fasilitasi untuk menyokong gagasan Student Center Learning yang tengah diimplementasikan di FKM Undip. Di akhir pertemuan, para dosen percaya, mereka bisa mengawal perubahan dan memastikan diri bekerja untuk pencapaian cita-cita ToF Lab, yakni perubahan sosial. Kumandang lagu Laskar Pelangi pun — digubah menjadi Laskar ToF Lab — seperti mars perang yang mengiringi keberangkatan para prajurit:
“… menarilah dan terus tertawa
walau dunia tak seindah surga
bersyukurlah pada yang kuasa
cinta kita di dunia, selamanya…”
Leave a Comment » |
ToF Lab | Tagged: facilitative teaching, laskar pelangi, ToF Lab |
Permalink
Posted by penalahati
November 19, 2008
efek yang langsung bisa dirasakan ketika sudah sampe lagi di semarang
bis dari DTPS-KIBBLA di Kediri (back to the reality gitu
istilahnya>>kata mbak Wiwik) adalah
1. setiap kali denger lagu Laskar Pelangi , langsung kebayang setting
tempat, waktu dan orang yang terlibat dalam seluruh proses
itu…hebring dah pokoknya Laskar KIBBLA!
2. jadi tau apa2 aja yang harus dipersiapkan dalam satu proses
fasilitasi, bukan saja perencanaan session yang jelas dan runtut,
tapi juga kesiapan fisik dan yang paling penting adalah hati, biar
terus semangat, enjoy tapi tetep fokus n tanggap keadaan.
3. pengen bisa nerapin gaya teamwork ala penala! positif tanpa syarat
coz everybody is unique, talented and has something to say..
4. n kalo bisa dirangkum jadi tiga kata (kayak kesenengannye bang
dicky tuh)mmmm…I WANT MORE! alias Mau Lagi Doonk! hehehehehee…
jadi buat temen2 yang belom ikutan, pasti gak bakal nyesel kalo bisa
gabung ama project nya Penala ini..
saya juga sadar, kalo banyak kekurangan selama mengikuti proses ini,
n dah takut aja bakal dikasi kritik ato teguran selama disana…tp
ternyata gak..dan itu juga yang malah bikin saya jadi bisa ngeliat
sendiri and nyadar akan kekurangan saya ituh..satu pembelajaran yang
saya dapet lagi dari gaya pembelajaran orang dewasa, kita gak selalu
harus berkonsentrasi pada kesalahan….but what will we do next..
(Surat Aulia pada milis ToF Lab, 2 November 2008)
Penalahati bikin program magang. Ini kelanjutan dari komitmen untuk mengembangkan ToF Lab dengan memberikan kesempatan pada 10 alumnus pelatihan fasilitator magang pada kegiatan fasilitasi dan pelatihan Penalahati. Aulia yang menulis surat di atas, bersama Tika, adalah peserta magang bersama tim Penalahati di Pelatihan Fasilitator DTPS-KIBBLA di Kediri akhir Oktober lalu.
Leave a Comment » |
ToF Lab | Tagged: DTPS KIBBLA, fasilitasi, magang, ToF Lab |
Permalink
Posted by penalahati
November 19, 2008
Oktober lalu, Penalahati Nusantara dan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) mengucap “akad nikah”. Rumah tangga yang akan dibangun disepakati bernama Laboratorium Teknologi Fasilitasi (Lab ToF). Itu diterakan dalam MoU yang ditandatangani CEO Penalahati dan Dekan FKM Undip. Penandatangan pun dilanjutkan dengan Pelatihan Fasilitator Kesehatan yang diikuti oleh 46 mahasiswa semester 5 dan 7. Inilah pelatihan pertama sekaligus generasi agen perubahan pertama yang dihasilkan ToF. Berselang dua minggu (15-16 November), giliran para penggerak Lab, dosen-dosen, mengikuti pelatihan menjadi pelatih fasilitator di Salatiga.
Menengok sedikit ke belakang, Lab ToF lahir dari sebuah percakapan hangat di Perdikan Penala, Situgede, Bogor, Februari 2008. Kala itu, ada “three musketeers” FKM: Sutopo Jati, Syamsulhuda, dan Budiono ditemani Dicky Lopulalan dan Doni Baruno dari Penala. Obrolan yang bermula dari keprihatinan atas kondisi kesehatan di negeri ini menjadi menarik ketika mereka mengkaitkannya dengan kerja-kerja sebagai fasilitator dan dosen. Juga, mengkaitkan dengan pendekatan Appreciative Inquiry (AI). Ini melahirkan semangat baru, dan ide Lab ToF pun tercetuskan.
Lab ToF dibayangkan sebagai knowledge center, dimana pengetahuan-pengetahuan fasilitasi diproduksi dan ditawarkan ke publik dalam bentuk pelatihan-pelatihan maupun penerbitan buku dan jurnal berkala, atau media lainnya. Ini semacam bank darah, untuk menggali, menyimpan, meneliti pengalaman dan pengetahuan fasilitasi, khususnya fasilitasi kesehatan masyarakat, dan mengembalikannya kepada publik setelah terkemas rapi. Ini seperti semacam sumber pengetahuan bagi para fasilitator.
Gagasan Lab ToF ini juga nyambung dengan gagasan Student Center Learning (SCL) yang sedang diimplementasikan FKM. Bagaimana fasilitasi dapat membantu proses belajar mengajar berpusat pada mahasiswa. Pengetahuan dan keterampilan fasilitasi pun dipandang perlu dikuasai para dosen dan mahasiswa, sehingga pelatihan berkala, bahkan kurikulum khusus, perlu disiapkan.
Banyak memang yang harus disiapkan. Penandatanganan MoU kemarin itu, juga TOT untuk para penggerak Lab ToF, barulah langkah-langkah awal. Masih ada 1.000 mil lagi jalan yang harus ditempuh oleh para inisiator dan penggerak Lab ToF. Masih banyak pertanyaan yang menggayuti. Pun begitu, kami tak surut semangat. Tidak bisa tidak, langkah-langkah sudah diayunkan, tujuan pasti dijelang. (diq)
Leave a Comment » |
Aktivitas, ToF Lab | Tagged: FKM, teknologi fasilitasi, ToF Lab, Undip |
Permalink
Posted by penalahati