Intermezo: Peran Lelaki dan KIBBLA di NTT

“Urusan KIBBLA tanggung jawab bersama.” Begitu aklamasi yang muncul setiap kali diselenggarakan Orientasi Multipihak DTPS KIBBLA. Di tingkat kesadaran, aklamasi seperti ini memang mengharukan. Akan tetapi, benarkah semuanya bertanggung jawab? Juga, kaum lelaki? Jawaban yang diberikan sangat sederhana, Suami Siaga, Suami Siap Antar Jaga. Itu sajakah?

Kasus-kasus kematian ibu dan bayi baru lahir di NTT sangat banyak yang disebabkan peran lelaki. Ya, lelaki! Dan, lelaki itu berperan sebagai suami, mertua, bahkan ketua adat, yang menentukan seorang ibu dibawa kemana pada saat waktunya melahirkan. Ini memang menggelikan, bagaimana nasib seorang ibu ditentukan oleh keputusan ketua adat yang sama sekali tidak akan menanggung konsekuensi dari keputusannya. Tak jarang, untuk mengambil keputusan harus memakan waktu lama sementara sang ibu mengalami pendarahan hebat. Tak sedikit pula yang salah dalam melihat gejala-gejala kesakitan seorang perempuan yang akan melahirkan dan menyerahkan penanganannya pada dukun. Tak heran, jika kasus-kasus kematian ibu dan bayi di NTT sangat tinggi.

Leave a Reply