Ibu yang hamil di wilayah sulit akses, seperti NTT dan Papua misalnya, seperti menghantarkan diri pada kematian. Terjadi sedikit saja masalah dalam kehamilan, dapat menyebabkan kematian karena sarana terbatas, bidan tidak ada di tempat atau tidak trampil, jauh dari sarana kesehatan yang memadai, dan jalur (darat dan laut) transportasi yang sulit. Pendarahan kecil dapat mencabut nyawa seorang ibu (dan bayinya) saat terlambat ditangani karena harus menunggu ayah mertua mengambil keputusan. Contoh di salah satu kabupaten diĀ NTT , setiap kali bidan merujuk persalinan risiko tinggi karena pendarahan, sama artinya dengan menandatangani surat kematian. Jarak tempuh ke rumah sakit yang lengkap dan memiliki dokter ahli butuh waktu 3 jam melewati jalan berbukit-bukit. Sedangkan, batas maksimal pendarahan adalah dua jam. Tak heran jika jumlah kematian di kabupaten itu sangat tinggi. Sampai bulan April ini saja sudah tercatat 17 ibu meninggal dunia karena perdarahan saat persalinan. Satu ibu setiap minggu! Sulit untuk dipercaya..
Menghantar Kematian
Advertisement