Menghadapi Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKABA) yang begitu tinggi, kita tertinggi di ASEAN, kalah jauh dibandingkan Malaysia dan Vietnam, boleh jadi pesimisme meruak di banyak kalangan. Sehingga, berita yang muncul cenderung negatif dan memojokkan kinerja mandul para pihak untuk mengatasi persoalan ini. Sebenarnya tidak begitu. Ada banyak inovasi, misalnya saja:
Hotline Services
Beberapa puskesmas di Malang (Jawa Timur) dan Lampung sekarang ini mengembangkan dan mempopulerkan telepon layanan darurat (hotline services). Nomor itu biasanya adalah nomor seluler kepala puskesmas yang dipromosikan ke pelbagai pihak, baik masyarakat, ketua RT/RW, aparatur desa, tokoh masyarakat, kader posyandu, dll. Pesannya sederhana, jika ada masalah darurat dengan kehamilan atau persalinan segera hubungi nomor tersebut. Kepala Puskesmas akan mengerahkan segala daya upaya untuk menananganinya.
Puskesmas Rawat Inap
Model puskesmas yang menyediakan ruang untuk perawatan menginap sekarang sudah semakin jamak dan menyebar kemana-mana. Para pasien dimudahkan karena dapat langsung dirawat dan ditangani tenaga kesehatan yang terampil pasca melahirkan.
Rumah Tunggu
Untuk daerah-daerah yang jauh dari sarana kesehatan, seperti di NTT misalnya, beberapa tempat biasanya menyediakan rumah tunggu yang dibangun secara gotong royong oleh masyarakat desa. Ibu-ibu hamil yang berasal dari desa-desa jauh sekitar Puskesmas dapat tinggal di rumah tunggu tersebut menunggu saat persalinan tiba. Sehingga tidak terjadi keterlambatan.
Warga Siaga
Bukan cuma Desa Siaga dan Suami Siaga, tapi juga ada warga siaga. Program ini murni lahir dari masyarakat desa di Kabupaten Kupang, NTT. Konsep warga siaga adalah warga memberi perhatian khusus kepada ibu hamil dan ibu bersalin. Pendataan, pemeriksaan kehamilan, dan pangan bergizi menjadi perhatian warga bersama-sama. Pun begitu, tugas yang paling utama adalah bersiaga jika ada ibu hamil yang membutuhkan bantuan saat persalinan, misalnya harus diantar ke bidan, puskesmas atau rumah sakit.
Perda KIBBLA
Untuk menjamin agar program KIBBLA ini mendapatkan dukungan dari semua pihak (anggaran, partisipasi, komitmen), maka perlu dilahirkan payung hukum di tingkat kabupaten/kota. Beberapa kabupaten di Indonesia telah berhasil melahirkan perda-perda KIBBLA, misalnya saja Kabupaten Malang, Kabupaten Bandung, Deli Serdang, Cimahi, Pasuruan, Sibolga, dan lainnya. Tempat-tempat lainnya, meski tidak dalam bentuk perda, isu payung hukum KIBBLA ini juga mendapat perhatian khusus lewat Pergub (NTT) maupun SK Bupati.
Kemitraan Bidan dan Dukun
Aturan bahwa bidan tidak bisa menolong persalinan kontra produktif dengan jumlah dan perilaku bidan. Artinya, dukun beranak (di Jawa Barat dikenal sebagai paraji) tidak bisa disingkirkan begitu saja. Di beberapa tempat terpencil yang sangat kekurangan dokter terpaksa tutup mata dengan praktek dukun yang sudah turun temurun. Di beberapa tempat lain, malah melatih dukun agar terampil menolong persalinan meski harus melanggar kebijakan Depkes. Sementara, ada tempat-tempat lain yang secara khusus membangun kemitraan bidan dengan dukun. Di Kabupaten Timor Tengah Selatan dukun ditempatkan sebagai rekan kerja bidan. Bidan yang menolong persalinan, dukun yang merawat. Mereka tidak saja berbagi kerja tapi juga berbagi honor. Dan, itu diatur secara khusus.
Kebun Gizi
Ini ide lama di posyandu, namun jarang sekali diterapkan. Adalah, membuat kebun (atau memanfaatkan pekarangan) yang ditanami tanaman-tanaman penyumbang gizi untuk ibu hamil, bayi, dan anak balita. Sehingga, kebutuhan gizi dapat terpenuhi dengan mudah dan tanpa biaya tambahan. Tanaman-tanaman yang ditanam dan dipelihara biasanya jenis-jenis lokal. Di beberapa tempat, salah satunya Sumenep, Madura, yang ditanam bukan cuma tanaman bergizi tapi juga tanaman obat untuk bahan jamu-jamuan.
Kalau mau ditelusuri, pasti banyak sekali inovasi yang kita temukan di lapangan, baik di desa maupun kota. Inovasi-inovasi ini mestinya dapat perhatian, dikaji, dan dikembangkan. Juga, yang tidak kalah penting, melahirkan inovasi-inovasi baru lainnya. Ada yang mau berbagi? (dL)
Posted by penalahati