<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>PENALAHATI</title>
	<atom:link href="http://penalahati.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://penalahati.wordpress.com</link>
	<description>"Enlightening &#38; Empowering"</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 Sep 2009 05:06:39 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='penalahati.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/a9185bf5645c06b409c049122fe5bda8?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>PENALAHATI</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Membangun Sinergi=Membuka Diri</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/membangun-sinergimembuka-diri/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/membangun-sinergimembuka-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 04:44:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Kita selalu terkotak-kotak. Jarang sekali bicara dari hati ke hati dan menyatukan sumberdaya yang ada. Makanya, pembangunan kita berantakan.&#8221;



Tim Advokasi Kota Kupang menyanyi &#8220;bersama&#8221; 


BEGITU yang dikatakan hampir sebagian besar peserta pelatihan Advokasi KIBBLA di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peserta yang berlatar belakang birokrasi (Bappeda, Dinkes, PMD, PKK), ornop, media massa,  pemimpin komunitas, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=292&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>&#8220;Kita selalu terkotak-kotak. Jarang sekali bicara dari hati ke hati dan menyatukan sumberdaya yang ada. Makanya, pembangunan kita berantakan.&#8221;</em></p>
<div class="mceIEcenter">
<dl class="aligncenter">
<dt><img title="menyanyi2" src="../files/2009/09/menyanyi2.gif" alt="Tim Advokasi Kota Kupang menyanyi &quot;bersama&quot; " width="450" height="211" /></dt>
<dd>Tim Advokasi Kota Kupang menyanyi &#8220;bersama&#8221; </dd>
</dl>
</div>
<p><strong>BEGITU</strong> yang dikatakan hampir sebagian besar peserta pelatihan Advokasi KIBBLA di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Para peserta yang berlatar belakang birokrasi (Bappeda, Dinkes, PMD, PKK), ornop, media massa,  pemimpin komunitas, adat, dan agama dari 9 kabupaten/kota (Kota Kupang, Sumba Barat, Sumba Timur, Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka dan Lembata) mengakui, koordinasi dan sinergi adalah fondasi utama dalam proses pembangunan kesehatan dan penurunan angka kematian Ibu/bayi di NTT. Sayangnya, itu justru yang menjadi titik lemah selama ini di provinsi ini. Semua pihak, sektor, maupun kalangan bergerak sendiri-sendiri untuk kepentingan yang bersifat jangka panjang. Penyelamatan ibu dan anak sebagai bagian dari investasi masa depan (baca: jangka panjang) menjadi prioritas paling buncit. Padahal, jika permasalahan kesakitan/kematian ibu dan anak tidak diatasi sekarang, maka sama saja dengan menciptakan &#8220;bom waktu&#8221; di masa depan.</p>
<p>Ego-sektoral, kurang koordinasi, tidak komunikatif, jarang bertemu, tidak pernah bikin perencanaan bersama, sistem pengalokasian dana yang tidak efisien dan sarat kepentingan personal, hingga kegiatan hanya dilihat sebagai proyek, dipandang para peserta sebagai penghambat sinergisitas di pelbagai kalangan multipihak dalam menangani perkara tingginya angka kematian/kesakitan ibu dan bayi.  Tim Advokasi KIBBLA yang dibentuk lewat  Program Kemitraan untuk Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (Bappedaprov NTT, Dinkesprov, dan didukung AusAID)  sepakat, menghadapi tantangan yang semakin sulit dan tak pasti di depan sana, pilihan bekerjasama tidak bisa dielakkan. Semua orang harus mau membuka diri, berfikir apresiatif dan kreatif.</p>
<p>Dalam pelatihan yang langsung dilanjutkan dialog dengan para anggota DPRD ini, Penalahati Nusantara lantas melakukan modifikasi atas modul keluaran Depkes RI (HSP-USAID) dengan menambahkan (baca:menyelipkan) pelbagai kegiatan untuk menguatkan proses pembelajaran dan sinergisitas di antara para peserta. Misalnya saja,</p>
<p><strong>Menggali Kekuatan Personal</strong></p>
<p>Sebuah kelompok, komunitas atau tim dibangun dari kekuatan-kekuatan para personilnya. Menjadi satu kesatuan yang kokoh, bukan para jagoan yang berdiri sendiri-sendiri. Penting bagi para peserta untuk menggali dan menemukan &#8220;hal-hal terbaik&#8221; dalam hidupnya, seperti pengalaman terbaik, mimpi terbaik, pencapaian tertinggi, masa kecil paling membahagiakan, dan seterusnya. Itu semua aset terbaik yang dimiliki seorang peserta dan menjadi semakin kaya-lengkap manakala dipadukan dengan peserta lain. Intinya satu, bahwa kita memiliki kekuatan yang sangat besar dan kaya untuk memulai perubahan.</p>
<p><strong>Membangun Dialog</strong></p>
<p>Asumsi, pertanyaan yang tak terucap, keraguan, maupun rasa suka-tidak suka kerap dibawa peserta manakala datang ke sebuah pelatihan. Penting untuk diciptakan ruang dialog seluasnya untuk  memberi kesempatan kepada semua orang  saling mengemukakan pikirannya dengan nyaman dan aman. Metode atau teknik untuk membangun partisipasi penuh bisa macam-macam, dari bicara bergantian, semua dapat giliran (round robin), diskusi kelompok kecil, word&#8217;s cafe, hingga dalam bentuk tulisan atau gambar.</p>
<p><strong>Berbagi Visi</strong></p>
<p>Saling menceritakan mimpi sama artinya saling berbagi visi. Satu sama lain saling memahami persepsi masa depan masing-masing anggota tim. Proses pembuatan visi kolektif berdasarkan visi individual akan membuat para peserta &#8220;terikat&#8221; di dalam visi yang terbangun. Itu bagian dari mimpi setiap orang dan mereka merasa bertanggungjawab untuk mewujudkannya. Saat dikaitkan dengan situasi atau realita masa kini, kesenjangan yang tercipta &#8212; antara visi dan realita&#8211; dapat menjadi &#8220;ketegangan kreatif&#8221; bukan &#8220;ketegangan emosional&#8221;.</p>
<div id="attachment_295" class="wp-caption aligncenter" style="width: 366px"><img class="size-full wp-image-295" title="diskusi" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/diskusi.gif?w=356&#038;h=161" alt="Tim Advokasi Kabupaten Sikka menganalisis situasi KIBBLA sesungguhnya " width="356" height="161" /><p class="wp-caption-text">Tim Advokasi Kabupaten Sikka menganalisis situasi KIBBLA sesungguhnya </p></div>
<p><strong>Cara Berfikir Sistemik</strong></p>
<p>Sebuah tim, komunitas, organisasi, perusahaan, bahkan pemerintah daerah sudah semestinya berfikir sistemik saat menganalisis situasi dan merencanakan kegiatan. Bahwa, ada konsekuensi-konsekuensi sistemik yang akan bersifat mempercepat atau menghambat kemajuan. Dengan menggunakan cara berfikir ini, akan menjadi lebih awas dan kreatif dalam menciptakan kegiatan-kegiatan yang mampu mengintervensi sistem sosial atau mampu memberikan daya ungkit perubahan yang besar.</p>
<p>/diq</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=292&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/membangun-sinergimembuka-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="../files/2009/09/menyanyi2.gif" medium="image">
			<media:title type="html">menyanyi2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/diskusi.gif" medium="image">
			<media:title type="html">diskusi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>”Ini Sungguh Luar Biasa!”</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/%e2%80%9dini-sungguh-luar-biasa%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/%e2%80%9dini-sungguh-luar-biasa%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 23:48:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[conflict management]]></category>
		<category><![CDATA[manajemen konflik]]></category>
		<category><![CDATA[sengketa]]></category>
		<category><![CDATA[sumberdaya alam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[ 
Laporan Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa
Bogor, 27-31 juli 2009
”Kursus ini sangat baik dan luar biasa. Penyampaiannya sangat santun namun sangat berbobot. Banyak pelajaran berharga. Terus terang, baru kali ini saya mengikuti proses pelatihan yang tidak membosankan.” (Ardyansyah, External Relation PT Berau Coal)
 
Kolaborasi positif adalah pilihan terbaik – dari sekian banyak pilihan&#8211; dalam penangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=279&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><strong> </strong></p>
<p><em>Laporan Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa</em></p>
<p>Bogor, 27-31 juli 2009</p>
<p><em>”Kursus ini sangat baik dan luar biasa. Penyampaiannya sangat santun namun sangat berbobot. Banyak pelajaran berharga. Terus terang, baru kali ini saya mengikuti proses pelatihan yang tidak membosankan.” (</em><strong>Ardyansyah</strong>, External Relation PT Berau Coal)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Kolaborasi positif adalah pilihan terbaik – dari sekian banyak pilihan&#8211; dalam penangan sengketa pengelolaan sumberdaya alam. Begitu, kata akhir dari peserta Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa (KPS) hasil kerjasama Penalahati Nusantara dan Agus Mulyana &amp; Partner pada 27-31 juli lalu.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="kpsok" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/kpsok.gif?w=450&#038;h=232" alt="kpsok" width="450" height="232" /></p>
<p>Selama lima hari itu, di Hotel Permata Bogor, para peserta yang berasal dari beberapa kalangan (korporasi, birokrasi, komunitas, dan ornop) ini, antara lain dari PT. Bumi Resources, PT. Astra Agro Lestari, Kaltim Prima Coal, PT. Berau Coal, Center of International Forestry Research (CIFOR), Litbang Kehutanan Dephut, Taman Nasional Kutai, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kutai, Kepala Desa Sangkima dan Ketua BPD Sangata Selatan, Yayasan Riak Bumi dan Yayasan BIKAL, diajak untuk mengkonstruksi sengketa yang kerap terjadi di lingkungan masing dengan pendekatan, metode, dan alat bantu baru. Tidak hanya mempelajari teori saja, para peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke Desa Cengal, Bogor.</p>
<p>Lantas, apa lagi komentar peserta? Berikut sebagian dari komentar mereka:</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>M. Fadli</strong>, Badan Lingkungan Hidup, Kutai Timur:</p>
<p><em>”Saya sangat tertarik dengan cara penyampaian materi dan selingan-selingan permainan yang tidak membosankan. Penyampaian materi sangat terstruktur, mudah dimengerti, dan banyak contoh kasus yang bisa beri ilustrasi dan inspirasi.”</em></p>
<p><strong>M. Thamrin, </strong>Kepala BPD Desa Sangata, Kutai Timur:</p>
<p><em>”Teknik menghidupkan suasana belajar sangat luar biasa. Kami dibuat saling akrab dalam belajar 5 hari. Padahal, sebelumnya tidak saling kenal. Sekali lagi, ini sungguh luar biasa.”</em></p>
<p><strong>Imam Thayibi, </strong>Comunity Development Staff PT Astra Agro Lestari:</p>
<p><em>”…Saya baru tahu, ternyata hiasan ruang kelas bermanfaat dalam proses belajar. Materi komprehensif. Newsletter yang terbit tiap hari membantu saya dapat me-review pelajaran kembali. Kami ingin Penalahati membuat kursus lain yang bermanfaat dan bisa kami implementasikan di lapangan. Terima kasih Penalahati Nusantara.&#8221;</em></p>
<p>Respon peserta tentu saja membanggakan kami. Sekaligus, memberikan tantangan kepada kami untuk membuat kurus-kursus selanjutnya,  lebih baik lagi. Tunggu saja tanggal mainnya.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/279/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/279/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/279/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=279&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/02/%e2%80%9dini-sungguh-luar-biasa%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/kpsok.gif" medium="image">
			<media:title type="html">kpsok</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sembilan Belas Juni</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/01/sembilan-belas-juni/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/01/sembilan-belas-juni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 09:28:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[“Penalahati adalah institusi konsultasi &#38; pelatihan di bidang desentralisasi, termasuk di isu kesehatan, yang melibatkan proses partisipasi multipihak”
-    sms terkirim 28/08/2008
Pada suatu saat, tak lama sebelum ini, seseorang bertanya kepada saya tentang Penalahati. “Jadi sebetulnya apa yang membedakan Penalahati dari institusi lain? Kalian memberikan pelatihan, fasilitasi dll, institusi yang lain juga begitu. Jadi apa yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=272&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;"><em>“Penalahati adalah institusi konsultasi &amp; pelatihan di bidang desentralisasi, termasuk di isu kesehatan, yang melibatkan proses partisipasi multipihak”<br />
</em>-    sms terkirim 28/08/2008</p>
<p>Pada suatu saat, tak lama sebelum ini, seseorang bertanya kepada saya tentang Penalahati. “Jadi sebetulnya apa yang membedakan Penalahati dari institusi lain? Kalian memberikan pelatihan, fasilitasi dll, institusi yang lain juga begitu. Jadi apa yang membuat Penalahati istimewa?”</p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-274" title="bergembira" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/maingitarberduasmall.gif?w=441&#038;h=375" alt="bergembira" width="441" height="375" />Teman, mari saya beritahu apa yang menjadikan Penalahati istimewa.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-272"></span><br />
2007. Hari belum terlalu malam. Empat orang lelaki di hadapan saya sibuk berdiskusi. Semilir angin kemarau membuat saya sedikit menggigil. Salah seorang dari mereka menyodorkan segelas teh panas untuk saya menghangatkan badan. Ia lalu kembali tenggelam pada diskusi tadi. Saya duduk diam-diam di sudut, menyeruput teh. Asyik memperhatikan mereka berdiskusi. Setiap orang mengutarakan pendapatnya. Tidak seperti diskusi yang biasa saya saksikan, mereka tidak beradu argumen. Tidak ada bantahan, tidak ada negasi. Kalimat-kalimat mereka justru saling melengkapi, saling menguatkan. Setiap orang berusaha mencari kelebihan dari penjelasan orang sebelumnya untuk kemudian disambungnya atau dipertajam. Mereka bagaikan sedang menganyam sebuah konsep dari benang-benang pikiran masing-masing. Tidak dengan membanding-bandingkankan pemikiran setiap orang, tetapi menjalin sesuatu yang sama sekali baru dari pemikiran yang sudah ada. Saya terpesona. Saya belum pernah melihat diskusi seindah itu. Tidak ada satu idepun yang dibunuh, tidak ada satu orangpun yang dilukai. Seseorang dari mereka menoleh ke arah saya, “Gimana menurutmu?” Saya terhenyak. “Aku gak ikut diskusi. Ke sini cuma mau nganter ini. Terus makan, terus mau pulang,” jawab saya. bersikukuh “Lho, kau kan sudah dengar kita berdiskusi dari tadi, jadi apa pendapatmu?” Dia memandang saya dengan tajam sambil tersenyum ramah. Hm, pandangannya tak bisa dibantah. Jadilah saya melontarkan gagasan saya. Mereka saling bertatapan. Akhirnya salah seorang dari mereka berkata, “Kalau begitu, kau saja yang mendeliver materi ini besok.” Saya menelan ludah. “Tapi aku kan bukan tim kalian. Aku cuma nganter titipan aja. Bukan fasilitator.” Mereka menyerah. Sesi besok diputuskan akan diantarkan oleh salah seorang dari mereka. Tapi 3 jam kemudian, saya justru berubah pikiran. Saya mengajukan diri untuk menjadi bagian dari percakapan yang indah itu; menjadi fasilitator Penala.</p>
<p>2008. Lelaki itu berbicara dengan bersemangat. Dia menceritakan bahwa kini di tempatnya berasal, perubahan mulai terjadi. Orang-orang yang tadinya kaku dengan gaya komunikasi searah kini mulai lebih terbuka, mau menyimak dan bekerja sama. Saya sempat terpana. Tiga bulan yang lalu, saya tak pernah menyangka dia akan berbicara seperti ini. Karena dia sendiri ketika menjadi peserta proses fasilitasi Penalahati adalah salah satu yang tak percaya melangkah bersama adalah hal yang mungkin terjadi di daerahnya. “Dulu itu Kak, sulit rasanya menerima pendekatan yang kakak tawarkan. Jangankan menerima, mencernanya saja kami kesulitan. Lantas waktu abang datang, kami jadi tertantang. Mengapa tidak kita gunakan pendekatan ini? Tapi kalau sekarang abang berdua dan kakak datang ke tempat kami, semua proses sudah seperti ini. Seperti yang Penalahati ajarkan.” Saya tercekat. Dia tidak tahu apa yang sudah dia ajarkan kepada kami saat itu besar nilainya.</p>
<p>2009. “Terima kasih ya. Prosesnya indah sekali. Saya tidak pernah menyangka fasilitator tidak mesti melulu berada di depan. Saya pikir kalau sudah jadi <em>lead facilitator</em>, ya pasti ada di depan terus.”</p>
<p>Percakapan-percakapan indah untuk menyamakan konsep adalah ciri khas Penalahati yang membuat saya jatuh hati padanya. Keterbukaan pada nilai baru dan penerimaan tak bersayarat terhadap lawan bicara yang Penalahati lakukan adalah pengejawantahan dari <em>participatory democracy.</em> Musyawarah untuk mencapai mufakat. <em>Dialog to reach inclusive decision</em>. Percakapan yang juga memupuk pengetahuan-pengetahuan Penalahati dan membesarkannya bagaikan organisma yang hidup.<br />
<img class="aligncenter size-full wp-image-273" title="a" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/penjaga-nilai-partisipasismall.gif?w=450&#038;h=269" alt="a" width="450" height="269" /><br />
Mengelola harapan, bagian dari <em>self management,</em> adalah pasak kokoh yang membuat Penala makin tegak berdiri. Kepercayaan (<em>trust)</em> dan Cinta Kasih (<em>compassion</em>) menjadi kata kuncinya. Kedua kata ini pula yang menjadi dasar dari kerja kolaborasi yang ditawarkan Penalahati. Tidak akan bisa kita bekerja bersama tanpa adanya rasa saling percaya. Tidak akan tumbuh rasa percaya itu bila kita tidak memiliki<em> compassion. Practice compassion,</em> ujar salah seorang sahabat saya. <em>Compassion</em> akan berkembang dan menjadi nafas seorang fasilitator bila itu diterapkan setiap hari, setiap saat, pada setiap kesempatan.</p>
<p>Penalahati mengajarkan fasilitator-fasilitatornya untuk selalu rendah hati. Hanya dengan kerendahan hati, kemampuan dan pengetahuan yang sudah terkristalisasi bisa berbunyi dan bermakna. Seorang pemimpin, dimanapun dia berada, akan tetap menjadi pemimpin. Penalahati mengajarkan saya bahwa<em> leader creates only leaders, leader doesn&#8217;t create followers. </em>Semua orang adalah pemimpin.</p>
<p>Teman, yang menjadikan Penalahati berbeda adalah karena Penalahati memilih berada di jalur depan perubahan sosial (<em>social transformation)</em> dengan melakukan gerakan-gerakan sosial yang mendorong tercapainya <em>sustainability.</em> Dan Penalahati percaya apa yang dilakukannya adalah lebih dari sekedar pekerjaan. Ini adalah panggilan hati.</p>
<p>“Penalahati Nusantara adalah lembaga yang berkecimpung di area perubahan sosial (<em>social transformation)</em> dengan menekankan pada tiga pilar <em>sustainability:</em> ekonomi, kesehatan dan pendidikan, serta didukung pendekatan multi disiplin yang berfokus pada solusi”</p>
<p>Selamat ulang tahun Penalahati Nusantara &#8211; <em>empowering people, developing communities</em></p>
<p>(dyah &#8216;ibe&#8217; indrapati)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=272&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/09/01/sembilan-belas-juni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/maingitarberduasmall.gif" medium="image">
			<media:title type="html">bergembira</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/09/penjaga-nilai-partisipasismall.gif" medium="image">
			<media:title type="html">a</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PELAYANAN ADALAH PEMASARAN</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/pelayanan-adalah-pemasaran/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/pelayanan-adalah-pemasaran/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 23:54:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=267</guid>
		<description><![CDATA[Pada 16 Juli 2009 lalu, Penalahati Nusantara mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam Workshop LGSP di Yogyakarta. Temanya adalah Marketing One’s Services. Berikut naskah presentasi yang dirancang oleh Benito Lopulalan dan dihantarkan oleh Doni A. Baruno. 
 


Governing today means giving acceptable signs of credibility.
(Jean Baudrillard)

Sekelompok birokrat bernyanyi, sebuah lagu popular bersalin syair untuk mengampanyekan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=267&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><em>Pada 16 Juli 2009 lalu, Penalahati Nusantara mendapat kesempatan untuk mempresentasikan paper dalam Workshop LGSP di Yogyakarta. Temanya adalah Marketing One’s Services. Berikut naskah presentasi yang dirancang oleh Benito Lopulalan dan dihantarkan oleh Doni A. Baruno. </em><br />
<em> </em></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><em>Governing today means giving acceptable signs of credibility.<br />
</em>(Jean Baudrillard)</strong></p>
<p style="text-align:left;"><img class="aligncenter size-full wp-image-290" title="menyanyi1" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/08/menyanyi1.gif?w=450&#038;h=168" alt="menyanyi1" width="450" height="168" /></p>
<p style="text-align:left;">Sekelompok birokrat bernyanyi, sebuah lagu popular bersalin syair untuk mengampanyekan keselamatan bagi Ibu, Bayi dan Balita. Segera setelah itu, mereka berdiskusi tentang berbagai solusi untuk menurunkan angka kematian maupun angka kesakitan ibu bayi dan balita.</p>
<p style="text-align:left;">Ketika persoalan-persoalan muncul dan dibahas, para fasilitator Penalahati Nusantara berusaha membangun atmosfir komunikasi effektif dengan membangun dinamika appresiasi antar peserta.</p>
<p style="text-align:left;">Momen-momen itu muncul ketika Penalahati Nusantara terlibat dalam pembentukan tim kabupaten untuk mendorong pengurangan angka kematian ibu, bayi dan balita di 18 kabupaten dalam enam provinsi.</p>
<p style="text-align:left;">Membangun momen yang kuat, efektif dan bermanfaat, dalam session-sesion yang dibangun pada saat penyelenggaraan pelatihan, maupun saat berdialog di luar ruang, bagi Penalahati adalah rumus utama dalam pemasaran yang berhasil.</p>
<p style="text-align:left;">Penalahati telah terlibat dalam berbagai program baik dengan lembaga donor seperti AUSAID, USAID, UNDP; dengan kalangan birokrasi seperti Depkes, Depdagri maupun Pemkab; dengan komunitas desa; maupun dengan kalangan NGO seperti WALHI atau KAU (koalisi anti utang).</p>
<p style="text-align:left;">Perspektif Penalahati untuk melibatkan diri dalam dunia fasilitasi berasal dari keterlibatan anggota-anggotanya dalam berbagai aksi <em>Community Development,  Creative Development,</em> Media, Demokratisasi dan <em>Sustainability</em>.</p>
<p style="text-align:left;"><span id="more-267"></span></p>
<p style="text-align:left;">Dari segi teoretis, dalam penyusunan berbagai session, Penalahati menggunakan pendekatan <em>Appreciative Inquiry, Asset Based Thinking, SOAR </em>dan turunan aplikatifnya.</p>
<p style="text-align:left;">Kedua hal tersebut, latar belakang individual serta reputasi para anggotanya plus pendekatan teoretis adalah hal utama yang berpengaruh pada strategi Penalahati.</p>
<p style="text-align:left;">Setiap anggota Penalahati memiliki jaringan individual sebagai bagian dari keterlibatan di masa lalu, sebagai aktivis mahasiswa, lingkungan, pekerja seni, pekerja media, pekerja pariwisata, akademisi, professional, keterlibatan di sektor swasta dan lain-lain. Masing-masing telah membangun ‘<em>radiance of trust’</em>, atau lingkaran kepercayaan yang berbasiskan keunikan asset individual.</p>
<p style="text-align:left;">Aset Individual ini kemudian diperkaya oleh apresiasi kolegial terhadap aset unik-individual tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Latar belakang semacam ini memungkinkan dinamika internal yang sehat. Setiap anggota diappresiasi, dan berbagai diskusi melahirkan konsep-konsep unik. Tidak semua konsep tersebut dapat langsung dipasarkan.</p>
<p style="text-align:left;">Namun, bila saatnya memang tiba, setiap ide berharga akan tumbuh seperti benih padi di persawahan subur, seperti jamur yang menunggu hujan pertama.</p>
<p style="text-align:left;">Penalahati beberapa kali sempat membuat brosur sebagai bagian dari penggambaran serta perkenalan jasa-jasa yang disediakan, namun brosur memiliki keterbatasan, karena tidak sepenuhnya mampu menggambarkan dunia fasilitator, yang masih asing bagi banyak kalangan.</p>
<p style="text-align:left;">Itulah sebabnya bagian utama dari gaya pemasaran ala Penalahati  mewakili diktum:  Jasa yang ditawarkan adalah pemasaran itu sendiri. Atau dengan bahasa yang lebih lugas: Peristiwa Pelatihan atau Fasilitasi adalah Peristiwa Pemasaran.</p>
<p style="text-align:left;">Tentu saja, pada awal pertumbuhannya Penalahati mengajukan proposal kepada lembaga donor, ikut tender, sebagai bagian dari “pasar tradisional” lembaga pelatihan. Hingga saat ini kami mih melakukan hal tersebut.</p>
<p style="text-align:left;">Namun, Penalahati meletakkan dan menghargai lembaga donor pada fungsi asalinya sebagai pelopor. Lembaga donor pada dasarnya adalah inisiator atau pembuka belantara ide dan aplikasi. Contoh yang terkait langsung dalam hal ini adalah belantara fasilitasi dan pelatihan, atau dalam kasus LGSP, pelatihan untuk menguatkan pilar otonomi daerah.</p>
<p style="text-align:left;">Maka kami sangat menghargai banyak lembaga donor yang menyebutkan lembaga seperti kami sebagai partner, ketika pelatihan diselenggarakan. Perilaku semacam ini sangat membantu kami dan rekan-rekan untuk membangun reputasi dan berkembang.</p>
<p style="text-align:left;">Lembaga donor, bagi kami, dikembangkan dengan asumsi developmentalis, mirip seperti koperasi yang memberikan sapi untuk dipelihara dan beranak pinak, agar peternak bisa mengembangkan diri dengan memelihara anakan sapi, yang pada akhirnya akan beranak juga.</p>
<p style="text-align:left;">Berbagai proyek pelatihan yang ada, yang dipercayakan pada kami, pada dasarnya adalah sapi hamil yang siap melahirkan anak. Setiap pelatihan melahirkan reputasi yang pada gilirannya melahirkan pelatihan.</p>
<p style="text-align:left;">Momen ketika jasa dipresentasikan adalah momen pemasaran jasa.</p>
<p style="text-align:left;">1.    Memasarkan Jasa adalah memasarkan ide kreatif, sedemikian rupa sehingga tercipta momen pelatihan yang membuat klien merasa telah terjadi proses fasilitasi lebih dari harapan mereka.  Contoh: awalnya  pada saat lokakarya perencanaanDTPS KIBBLA,  kami membuat buletin harian, dibagikan kepada peserta. Ini sebenarnya tak ada dalam kontrak.  Namun karena memiliki dampak luarbiasa pada keterlibatan peserta, bulletin harian menjadi standar, dan kami menyumbangkan kelahiran standar baru itu.</p>
<p style="text-align:left;">2.    Memasarkan adalah mengapresiasi masa lalu dan reputasi para anggota. Ini barangkali mirip gaya MLM. Setiap karya anggota, bahkan bila itu dilakukan pada masa lalu, dapat bermanfaat bagi perkembangan pemasaran masa sekarang. Contohnya adalah satu buku mengenai pariwisata di kabupaten Berau yang pernah ditulis Dicky Lopulalan, CEO Penalahati. Buku ini membuat seorang klien menghubungi Penalahati dan mendiskusikan program CSR dari salah satu perusahaan tambang di Kalimantan.</p>
<p style="text-align:left;">3.    Memasarkan adalah berinvestasi dengan melibatkan diri kepada aktivis komunitas secara langsung, menarik refleksi makro, dan melibatkan lembaga donor / pemda untuk mendukung momen pelatihan yang dapat diselenggarakan. Keterlibatan Penalahati dalam pengembangan desa di Sukabumi, misalnya, membuat kami diajak untuk mengembangkan komunitas desa di wilayah Pekalongan.</p>
<p style="text-align:left;">4.    Pemasaran dengan melakukan apresiasi terhadap asset daerah. Pelatihan atau Jasa Konsultasi tidak dilakukan karena konsumen tidak memiliki pengetahuan, melainkan justru karena konsumen telah memiliki asset (alam/ organisasi/ heritage/ pengetahuan) dan perlu memberdayakan asetnya untuk kemajuan bersama. Pelatihan membantu melakukan redefinisi tentang asset yang dimiliki. Diskusi-diskusi yang dibangun di waktu-waktu jeda, atau menjelang pelatihan, dapat dimanfaatkan untuk mengetahui pandangan masing-masing mengenai asset daerah, bagaimanakan sebaiknya dikembangkan, dan pelatihan apa yang diperlukan.</p>
<p style="text-align:left;">5.    Proses<em> maintenance</em> pasca pelatihan adalah saat untuk pemasaran. Contoh untuk ini adalah pembuatan website/blog atau milis. Milis yang pada dasarnya merupakan ‘pelayanan purna jual’ dapat menjadi sarana pemasaran efektif. Tentu saja, prasyarat bagi hal ini adalah diskusi intensif dan pencarian data mengenai daerah yang bersangkutan, sebelum berangkat menyelenggarakan pelatihan di berbagai daerah.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/267/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/267/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/267/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=267&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/pelayanan-adalah-pemasaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/08/menyanyi1.gif" medium="image">
			<media:title type="html">menyanyi1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FAKFAK MERENCANAKAN PEMBANGUNAN DESA SECARA PARTISIPATIF</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/fakfak-merencanakan-pembangunan-desa-secara-partipatif/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/fakfak-merencanakan-pembangunan-desa-secara-partipatif/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2009 23:42:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=264</guid>
		<description><![CDATA[Penalahati bekerjasama dengan Local Governance Support Program (LGSP)-LGSP memberikan pelatihan fasilitasi perencanaan pembangunan desa untuk para kader pembaharu desa Kabupaten Fakfak beberapa waktu lalu. Pelatihan yang diselenggarakan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini, dipandang mampu meningkatkan kapasitas, melahirkan inspirasi dan menebalkan motivasi akan pentingnya keikutsertaan semua pihak dalam proses pembangunan.
       [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=264&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penalahati bekerjasama dengan Local Governance Support Program (LGSP)-LGSP memberikan pelatihan fasilitasi perencanaan pembangunan desa untuk para kader pembaharu desa Kabupaten Fakfak beberapa waktu lalu. Pelatihan yang diselenggarakan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan ini, dipandang mampu meningkatkan kapasitas, melahirkan inspirasi dan menebalkan motivasi akan pentingnya keikutsertaan semua pihak dalam proses pembangunan.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/264/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/264/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/264/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=264&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/08/02/fakfak-merencanakan-pembangunan-desa-secara-partipatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kelas Publik</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/06/09/kelas-publik/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/06/09/kelas-publik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 03:20:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=242</guid>
		<description><![CDATA[Penalahati Nusantara berkolaborasi  Agus Mulyana &#38; partners
menyelenggarakan:
Kursus Singkat 
Kecakapan Penanganan Sengketa
Bogor, 27-31 Juli 2009


PENTINGNYA KURSUS INI 
Dalam sepuluh tahun terakhir intensitas sengketa dalam pengelolaan sumberdaya alam meningkat tajam. Dipicu oleh banyak aspek, sengketa laten  telah menampakan wujudnya menjadi sengketa terbuka yang merebak di    berbagai ranah dan wilayah. Berkembangnya aksi kekerasan dalam menyikapi sengketa itu telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=242&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:center;"><strong>Penalahati Nusantara </strong>berkolaborasi  <strong>Agus Mulyana &amp; partners</strong><br />
menyelenggarakan:</p>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800000;">Kursus Singkat </span></strong></h2>
<h2 style="text-align:center;"><strong><span style="color:#800000;">Kecakapan Penanganan Sengketa</span></strong></h2>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993300;">Bogor, 27-31 Juli 2009</span></strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#993300;"><img class="aligncenter size-full wp-image-253" title="peluk-semua" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/peluk-semua.gif?w=450&#038;h=231" alt="peluk-semua" width="450" height="231" /><span id="more-242"></span><br />
</span></strong></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;"><strong>PENTINGNYA KURSUS INI </strong></span></h3>
<p style="text-align:center;">Dalam sepuluh tahun terakhir intensitas sengketa dalam pengelolaan sumberdaya alam meningkat tajam. Dipicu oleh banyak aspek, sengketa laten  telah menampakan wujudnya menjadi sengketa terbuka yang merebak di    berbagai ranah dan wilayah. Berkembangnya aksi kekerasan dalam menyikapi sengketa itu telah mencemaskan banyak pihak.  Padahal sikap tersebut secara nyata telah menyuburkan “pohon sengketa” dan menjauhkan para pesengketa dari tujuan penyelesaiannya.<br />
Sengketa horizontal dan sengketa vertikal, baik dua pihak atau multipihak, adalah sebuah keniscayaan yang dihadapai oleh para pelaku pengelola sumberdaya alam, baik kalangan Pemerintah, Perusahaan, Kelompok Masyarakat, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat. Tetapi pembiaran terhadap sengketa oleh para pesengketa dan atau mensikapinya secara tidak tepat telah benar-benar menjadikan sengketa sebagai “musibah”. Kinerja dan produktivitas perusahaan anjlok, mutu pelayanan khalayak oleh instansi Pemerintah menurun, bahkan kelompok-kelompok masyarakat kehilangan arah perjuangan meraih alas haknya atas sumberdaya alam.<br />
Dua pertanyaan utama yang akan dijawab melalui kursus singkat ini adalah cara pandang dan sikap seperti apa  yang perlu dibangun agar  keniscayaan itu menjadi “energi positif” yang mendorong dan memberi inspirasi pada perubahan?  Bagaimanakah caranya “Kita” mampu mengubah “musibah” itu menjadi “berkah”?</p>
<p style="text-align:center;">
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">UNTUK SIAPA KURSUS INI</span></h3>
<p style="text-align:center;">Kursus singkat penanganan sengketa ini diselenggarakan untuk para pelaku pengelolaan sumberdaya alam dari   kalangan Perusahaan, LSM, Lembaga Pemerintah, Perguruan Tinggi, Lembaga Penelitian, dan Jaringan Kerja,  baik yang sedang menghadapi, menangani, meneliti, sengketa maupun yang akan mempersiapkan diri untuk menjadi perunding yang elok atau menjadi penengah yang berprinsip.</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#003300;"><strong> Tiga hal penting yang dapat diraih melalui kursus ini adalah:</strong></span><br />
1.    Cara pandang dan wawasan baru tentang sengketa, keterampilan menangani sengketa, dan pengembangan sikap atas sengketa yang dihadapi;<br />
2.    Umpan balik dari para narasumber dan peserta lain atas kasus sengketa yang anda hadapi;<br />
3.    Perluasan jaringan kerjasama dan “pelayanan” paska kursus.</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">TEMPAT DAN TANGGAL PENYELENGGARAAN</span></h3>
<p style="text-align:center;">Tempat: Bogor<br />
Tanggal: 27-31 Juli 2009<br />
Total waktu: 4,5 hari, 18 sesi, 27 jam belajar</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">MATERI KURSUS</span></h3>
<p style="text-align:center;">I.  Pengantar Konsep Sengketa dan Penanganan Sengketa<br />
II. Mendiagnosa Sengketa secara tepat<br />
III.Memotret Karakteristik para pihak<br />
IV.Enam langkah penting dalam penanganan sengketa<br />
V. Negosiasi dan Mediasi<br />
VI.Merancang Proses Penanganan Sengketa</p>
<p style="text-align:center;"><!--more--></p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">PROSES BELAJAR</span></h3>
<p style="text-align:center;">Kursus singkat ini akan dipandu oleh para fasilitator berpengalaman dengan menggunakan pendekatan cara belajar orang dewasa. Juga, menghadirkan para narasumber yang berpengalaman menjadi mediator atau negosiator, serta menguasai secara akademis dasar-dasar terjadinya persengketaan. Selain kegiatan dalam ruangan, kursus singkat ini juga akan membuka kesempatan pada para peserta untuk studi lapangan, ke sebuah desa yang relatif berhasil menangani sengketa dan membuat kesepakatan-kesepakatan yang saling menguntungkan. Belajar dari pengalaman lapang tersebut, para peserta diharapkan dapat menginternalisasikan materi yang diberikan di dalam ruangan, dan dapat menggunakan dalam pekerjaannya.</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">BIAYA DAN FASILITAS</span></h3>
<p style="text-align:center;">Kursus Singkat Penanganan Persengketaan ini diselenggarakan secara eksklusif atau terbatas <strong><span style="color:#800000;">hanya untuk 20 peserta</span></strong> saja. Pembatasan itu penting untuk kualitas proses pembelajaran. Peserta yang terbatas menjadikan banyak waktu tersedia untuk melatih keterampilan-keterampilan yang diajarkan. Pendeknya, semua orang mendapatkan kesempatan untuk praktek.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#003300;">Biaya kursus:</span></strong><br />
Rp. 6.400.000,- /orang untuk satu orang pendaftar<br />
Rp. 6.200.000.- /orang untuk dua orang pendaftar<br />
Rp. 6.000.000,-/orang untuk tiga hingga lima orang pendaftar</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="color:#003300;">Fasilitas:</span></strong><br />
1.    Akomodasi selama lima malam, twin bed sharing, AC.<br />
2.    Meal 3 x sehari, plus dua kali coffe break<br />
3.    Bahan bacaan materi pelatihan<br />
4.    Sertifikat<br />
5.    Aksesoris: T-shirt, pin, topi<br />
6.    Transportasi studi lapang</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">CARA MENDAFTAR</span></h3>
<ol>
<li>Pendaftaran dibuka dari tanggal 3 Juni hingga 10 Juli 2009 (atau, akan ditutup segera setelah terdaftar 20 peserta meski sebelum tanggal penutupan).</li>
<li>Pendaftaran dilakukan dengan cara mengisi formulir pendaftaran kursus dan mengirimkannya melalui pos, faksimili, atau e-mail ke:</li>
</ol>
<p style="text-align:left;padding-left:60px;"><span style="color:#800000;"><strong>Penalahati Nusantara</strong></span><br />
Jl. Sutera No.2. Situgede<br />
Bogor 16115<br />
Jawa Barat<br />
T/F: +62 251 8423469<br />
E-mail: penala@penalahati.com<br />
Contact person: Andre Abenk (Sel: 0852 8703 2176/E-mail: elkaf@penalahati.com)</p>
<p style="text-align:left;">3. Melakukan pembayaran biaya kursus dan mengirimkan copy resi pembayaran. Pembayaran paling lambat pada tanggal penutupan pendaftaran, 10 Juli 2009. Pembayaran dikirimkan pada:</p>
<p style="padding-left:30px;">BRI Cimanggu Branch, swift code: BRIN IDJA<br />
Account No: 4799-01-000012-50-5.<br />
Account Name: CV Penalahati Nusantara</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#003300;">PROFIL</span></h3>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Agus Mulyana &amp; Partners</strong></span><br />
Agus Mulyana, sebagai penggagas firma konsultannya, memang mendalami secara serius penanganan persengketaan. Tidak sekadar mengkaji dari buku-buku pustaka, melainkan terjun langsung, baik sebagai peneliti, fasilitator, pelatih, mediator, bahkan negosiator sebuah persengketaan. Lulusan Departemen Sumberdaya Alam  Universitas Cornell Amerika Serikat ini kerap diminta  membantu penanganan persengketaan sumberdaya alam di sejumlah wilayah,   semisal di Jambi, Padang, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat,  Papua, dan Kalimantan Timur. Untuk menambah dan menyegarkan pengetahuannya, Agus Mulyana tak segan-segan ikut pelatihan terkait penanganan persengketaan, tercatat dalam 15 tahun terakhir ini, Agus Mulyana mengikuti pelatihan di Colombo (Sri Langka), Cebu (Filipina), New York (Amerika Serikat), dan Bali (Indonesia). Banyak organisasi nasional dan internasional &#8212; seperti Departemen Kehutanan, Balai Taman Nasional, Center for International Forestry Research (CIFOR), dll &#8211; menggunakan jasa Agus Mulyana &amp; Partners   untuk melatih negosiator dan mediator wilayah-wilayah persengketaan. Hasil dari mengalami, meneliti, dan melatih  itu diekstrasi menjadi pengetahuan yang dibagikannya dalam lebih dari 15 terbitan nasional-internasional sepanjang 10 tahun terakhir ini. Ekstraksi pengetahuan dan pengalamannya itulah yang menjadi materi-materi pelatihan Kecakapan Penanganan Persengketaan.  Sekarang ini, Agus Mulyana bekerja sebagai konsultan di CIFOR dan Tropenbos International.</p>
<p><span style="color:#800000;"><strong>Penalahati Nusantara: <em>Enlightening and Empowering</em></strong></span><br />
Social enterprise fasilitasi dan pelatihan ini didirikan di Bogor, 19 Juni 2007.  Sejak berdiri, Penalahati telah bekerjasama dengan Departemen Kesehatan R.I., Departemen Dalam Negeri, Kementrian Kesejahteraan Rakyat, PT Chevron Geothermal Indonesia, PT Berau Coal, USAID, AusAID, United Nation Development Program (UNDP), Pemda Kabupaten Bintuni-Papua Barat, Universitas Diponegoro Semarang, dan lain-lain.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-243" title="banner email" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/banner-email.gif?w=450&#038;h=97" alt="banner email" width="450" height="97" /></p>
<h2 style="text-align:center;">FORMULIR PENDAFTARAN</h2>
<h3 style="text-align:center;">Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa</h3>
<p>Kepada</p>
<address> PENALAHATI NUSANTARA</address>
<address> Jl. Sutera No.2, Situ Gede<br />
Bogor 16115, Jawa Barat<br />
Indonesia</address>
<address>Telp./Fax.: +62 251 8423469</address>
<address>Email: penala@penalahati.com</address>
<p>Saya berminat untuk mengikuti Kursus Singkat Kecakapan Penanganan Sengketa yang akan dilangsungkan di Bogor, 27-31 Juli 2009. Harap daftarkan saya sebagai peserta. Data diri saya sebagai berikut:</p>
<p>Nama Lengkap        : _____________________________________________________________________<br />
Tempat/Tgl. Lahir   : _____________________________________________________________________<br />
Bekerja sebagai     :  ______________________________________________________________________<br />
Pada                        :  ______________________________________________________________________<br />
Alamat Perusahaan: _____________________________________________________________________<br />
___________________________________________________________________________________<br />
Telp.: _______________________Fax.:_______________ E-mail:_________________HP:____________</p>
<p>Sebutkan 3 (tiga) Alasan Anda mengikuti Kursus Singkat ini:<br />
1.<br />
2.<br />
3.</p>
<p>Demikianlah surat pendaftaran ini. Biaya kursus akan/telah* saya transfer pada tanggal ke rekening Penalahati Nusantara.</p>
<p>BRI Cimanggu Branch, swift code: BRIN IDJA<br />
Account No: 4799-01-000012-50-5.<br />
Account Name: CV Penalahati Nusantara</p>
<p>Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;, &#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212; 2009</p>
<p>(__________________________)</p>
<p>*) coret tidak perlu</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-244" title="banner email2" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/banner-email2.jpg?w=450&#038;h=90" alt="banner email2" width="450" height="90" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/242/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/242/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/242/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=242&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/06/09/kelas-publik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/peluk-semua.gif" medium="image">
			<media:title type="html">peluk-semua</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/banner-email.gif" medium="image">
			<media:title type="html">banner email</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/06/banner-email2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">banner email2</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aset di atas Geowisata=Masa Depan</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/27/aset-di-atas-geowisatamasa-depan/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/27/aset-di-atas-geowisatamasa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Apr 2009 22:47:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Penalahati Nusantara selalu percaya, cara terbaik menghadapi dunia yang saling berkait seperti sekarang ini adalah dengan menumpukan diri pada  kekuatan yang kita miliki. Semua kekuatan yang ada (diri sendiri, orang lain, situasi) dapat menjadi modal untuk melangkah maju. Keyakinan itu pula yang kami tularkan kepada kader-kader kawasan wisata Kabalong, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. Hasilnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=239&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Penalahati Nusantara selalu percaya, cara terbaik menghadapi dunia yang saling berkait seperti sekarang ini adalah dengan menumpukan diri pada  kekuatan yang kita miliki. Semua kekuatan yang ada (diri sendiri, orang lain, situasi) dapat menjadi modal untuk melangkah maju. Keyakinan itu pula yang kami tularkan kepada kader-kader kawasan wisata Kabalong, Kabupaten Pekalongan beberapa waktu lalu. Hasilnya memang menakjubkan. Setelah dua hari berproses, para kader muda dari tiga desa: Karanggondang, Limbangan dan Lolong (Kabalong akronim dari tiga nama desa ini) mengetahui bahwa mereka punya banyak kekuatan. Dengan itu, mereka yakin, mereka dapat melesat maju. Mimpi pun dibangun.</p>
<p><span id="more-239"></span></p>
<p>Tapi, bukan cuma itu sesungguhnya. Pemahaman kita akan aset yang kita miliki akan lebih punya makna ketika kita meletakkannya di atas peta dan membangun sistem perencanaan pembangunan kawasan wisata berbasis geo-spasial. Geo wisata, begitu kami menyebutnya, menjadi alat bantu untuk membantu para perencana dan inovator wirausaha berfikir strategik. Artinya, tidak melulu memperhitungkan aset-aset yang sudah ada dan kelihatan (tinggal dikelola), tapi juga aset-aset yang perlu diciptakan dan punya peluang untuk melengkapi kekayaan. Meletakkan aset di atas peta juga dengan sendirinya mengajak para perencana untuk berfikir kreatif dalam menggali kemungkinan-kemungkinan baru.</p>
<p>Satu hal yang sangat penting diperhitungkan saat merancang geo-wisata adalah daerah-daerah antara, wilayah di antara tempat-tempat wisata yang sudah dikenal. Wilayah antara ini sebenarnya jadi kunci utama pengembangan wisata. Kalau Anda bertandang ke Bali dan melakukan perjalanan dari Denpasar ke Ubud, tentunya Anda akan segera langsung mahfum. Sepanjang wilayah antara Denpasar-Ubud Anda akan menemukan banyak tempat wisata lain yang membuat perjalanan Anda menjadi sangat mengesankan, melewati Mas, Celuk, Sukawati, dst. Ini menyebabkan jalur wisata ini menjadi sangat digandrungi dan terkenal ke mana-mana. Untuk para wisatawan, mereka mendapatkan banyak hal dari satu waktu perjalanan. Belum sempat bosan, sudah mendapatkan sajian baru. Kebalikannya justru terjadi pada jalur wisata Denpasar-Bedugul. Tak banyak tempat wisata di wilayah antara, yang ada hanya pemandangan daerah pegunungan dan jalan yang berkelok-kelok. Tak heran, kawasan wisata Bedugul seperti jalan di tempat.</p>
<p>Dari dua pendekatan di atas kader-kader wisata telah mempraktekkan  cara berfikir berbasis aset (asset based thinking) perencanaan pembangunan desa mereka. Dan, pada minggu ini mereka akan meletakkan hasil penggalian aset dan penciptaan inovasi mereka dalam bingkai strategi geo-wisata. Ini tahapan yang penting karena para kader akan segera melihat apa saja yang mereka punya dan apa saja yang harus mereka lakukan dalam konteks ruang. Tahapan ini juga  menentukan langkah selanjutnya, yakni mulai mengimplementasikan perencanaan mereka dalam kerja-kerja nyata dan menghasilkan karya-karya baru. Dan, Penalahati merasa sangat beruntung sekali karena mendapat kesempatan untuk mendampingi dan memfasilitasi proses penciptaan karya ini. Mari Kabalong! <em>(</em><strong>dicky lopulalan</strong><em>/penalahati nusantara)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/239/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/239/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/239/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=239&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/27/aset-di-atas-geowisatamasa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berubah Bersama-sama</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/01/berubah-bersama-sama/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/01/berubah-bersama-sama/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Mar 2009 23:47:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aktivitas]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[Tim Fasilitasi dan Pelatihan PENALAHATI NUSANTARA baru pulang dari tanah NTT. Selama hampir 3 minggu, pertengahan Februari hingga awal Mei, para fasilitator dan pelatih di PENALAHATI mendampingi para fasilitator provinsi menghantarkan lokakarya perencanaan DTPS KIBBLA di Labuan Bajo (Kab. Manggarai Barat), Moni ( Ende), Waiara (Sikka), Waitabula (Sumba Barat Daya), dan Lewoleba (Lembata). Dan, berkenalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=232&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tim Fasilitasi dan Pelatihan PENALAHATI NUSANTARA baru pulang dari tanah NTT. Selama hampir 3 minggu, pertengahan Februari hingga awal Mei, para fasilitator dan pelatih di PENALAHATI mendampingi para fasilitator provinsi menghantarkan lokakarya perencanaan DTPS KIBBLA di Labuan Bajo (Kab. Manggarai Barat), Moni ( Ende), Waiara (Sikka), Waitabula (Sumba Barat Daya), dan Lewoleba (Lembata). Dan, berkenalan dengan para pejabat dari 9 kabupaten/kota.</p>
<p>Ini memang pengalaman yang sangat berharga. Banyak hal menarik yang berhasil didapatkan anggota tim dalam kegiatan ini, pun yang paling utama adalah merasakan dan menyaksikan semangat perubahan di sana. Seluruh peserta pertemuan (Lokakarya dan Orientasi) yang berasal dari berbagai kalangan merasa sudah waktunya NTT menemukan strategi pembangunan yang baru. Para peserta menggugat kondisi yang ada sekarang ini dan bosan selalu diletakkan dalam posisi &#8220;paling tinggi&#8221;, misal, Angka Masyarakat Miskin paling tinggi, Angka Kematian Ibu nomor tiga paling tinggi, kasus gizi buruk paling tinggi, pengangguran paling tinggi, dan seterusnya. Apalagi ditambah dengan  imaji salah tentang NTT,  seperti daerah kering, tandus, dan miskin. Para pejabat daerah, tokoh adat, pemuka masyarakat, pekerja media, aktivitis LSM dan lainnya yang ditemui Penalahati ingin mengubah itu semua. Bersama-sama.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-233" title="moni" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/04/moni.jpg?w=450&#038;h=319" alt="moni" width="450" height="319" /></p>
<p><span id="more-232"></span></p>
<p>Mereka sudah mulai mencobanya dalam proses DTPS KIBBLA selama Januari hingga Maret kemarin. Bukan soal bahwa mereka dapat merencanakan kegiatan dan anggaran untuk menurunkan AKI, AKB, dan AKABA. Akan tetapi yang lebih penting dari proses kemarin adalah, adanya semangat untuk bekerja bersama-sama di antara para pihak, adanya keinginan yang kuat untuk mengikutsertakan berbagai kalangan untuk berpartisipasi dalam pembangunan, ada kesepakatan untuk saling kerja berjaringan antar lintas sektor, hingga ada yang merasa perlu untuk membangun Forum Multipihak untuk urusan KIBBLA sebagai langkah pertama untuk menurunkan AKI, AKB, dan AKABA.</p>
<p>Ini sebuah langkah maju. AIPMNH sebagai penyokong tentunya tidak boleh menyia-nyiakan peluang bekerja bersama ini begitu saja. Harus ada langkah-langkah strategis dan kegiatan-kegiatan lanjutan yang membuat kehendak bekerja secara bersama-sama dapat menemukan saluran yang tepat. Jangan sampai pula, kehadiran dan kesepakatan para pihak berhenti di awal atau hanya pada tingkatan legal formal saja, yakni hanya untuk mendapatkan restu menyelenggarakan perencanaan, hanya untuk mendapatkan kenaikan anggaran, atau hanya mendorong dikeluarkannya kebijakan pelindung (SK, Perda, dll). Akan tetapi, lebih jauh lagi, membangun satu sistem kerja bersama untuk mengatasi masalah ada. Contohnya ada banyak. Forum Multipihak adalah salah satunya untuk tingkat provinsi dan kabupaten. Di tingkat Kecamatan, bisa merevitalisasi Badan Penyantun Puskesmas menjadi badan multipihak yang tugasnya mengadvokasi masyarakat dan membantu tugas-peran Puskesmas. Sedangkan di tingkat desa, bisa pula para pihak diperankan untuk mendukung proses-proses pembangunan kesehatan masyarakat dan pengelolaan data. Ini bentuknya seperti Tim Kesehatan Desa atau Relawan Kesehatan. Selain itu, masih banyak pilihan lainnya.</p>
<p>Semangat untuk bekerjasama yang ditunjukkan selama proses perencanaan DTPS KIBBLA di NTT lalu  sangatlah penting. Itulah inti demokrasi yang sebenarnya. Dan, itulah prasyarat pertama dan utama dari perubahan. <strong>(Dicky Lopulalan</strong>/<em>Nyala Nusantara</em><strong>)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/232/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/232/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/232/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=232&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/04/01/berubah-bersama-sama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/04/moni.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">moni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Geomedis KIBBLA: Peta Jaringan Kesehatan</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/03/05/geomedis-kibbla-peta-jaringan-kesehatan/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/03/05/geomedis-kibbla-peta-jaringan-kesehatan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Mar 2009 03:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penala's Way]]></category>
		<category><![CDATA[Pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[DTPS KIBBLA]]></category>
		<category><![CDATA[fasilitasi]]></category>
		<category><![CDATA[geomedis]]></category>
		<category><![CDATA[penalahati]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang baru dari alur proses Lokakarya Perencanaan DTPS KIBBLA. Pada empat lokakarya yang melibatkan tim perencana dari tujuh  kabupaten (Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur) dan satu kota (Kota Kupang), Penalahati memperkenalkan gagasan dan metode Geomedis Kesehatan.


Gagasan ini lahir dari kesadaran persoalan KIBBLA tidak bisa diselesaikan hanya memusatkan perhatian pada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=229&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Ada yang baru dari alur proses Lokakarya Perencanaan DTPS KIBBLA. Pada empat lokakarya yang melibatkan tim perencana dari tujuh  kabupaten (Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, Sikka, Sumba Barat, Sumba Timur) dan satu kota (Kota Kupang), Penalahati memperkenalkan gagasan dan metode Geomedis Kesehatan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-230" title="geomedis" src="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/03/geomedis.jpg?w=450&#038;h=209" alt="geomedis" width="450" height="209" /></p>
<p><span id="more-229"></span></p>
<p>Gagasan ini lahir dari kesadaran persoalan KIBBLA tidak bisa diselesaikan hanya memusatkan perhatian pada teknis medis saja. Melainkan, menempatkan sebagai bagian dari sistem yang ada: geografi, sosial, budaya, dll. Dengan cara ini, dapat terlihat jelas, bagaimana KIBBLA, atau kesehatan umumnya, adalah akibat dari sebuah pergerakan sistem yang besar. Kesakitan dan kematian ibu dapat disebabkan kelalaian tenaga kesehatan, tapi juga diakibatkan oleh rentetan sebab lainnya. Seperti, aksesibilitas yang buruk (jalan rusak dan sulit), ketiadaan layanan listrik (banyak alat medis yang perlu tenaga listrik untuk dapat berfungsi optimal), ketiadaan air bersih dan sanitasi yang tidak sehat, aturan adat yang mengekang dan old fashion, pengambilan keputusan yang lambat, praktek dukun kelahiran yang mengabaikan prinsip-prinsip  kesehatan dan pertolongan kelahiran, hingga kebijakan yang keliru dan tidak tepat. Untuk bayi dan balita, kurang lebih begitu juga jaringan sistem permasalahannya. Khusus untuk masalah kematian balita, ditambah lagi dengan penyakit dan kerawanan pangan, yang lagi-lagi akan terkait dengan jaringan-jaringan lainnya (penyakit berurusan dengan wabah, dengan higenitas lingkungan hidup, dengan makanan, dengan air bersih, dan seterusnya).</p>
<p>Oleh sebab itu, dalam sebuah proses perencanaan pemecahan masalah KIBBLA, tidak bisa tidak, tim perencana harus memikirkan solusi-solusi dari berbagai sistem. Urusan air dan listrik, jelas bukan &#8220;Tupoksi&#8221; Dinas Kesehatan. Begitu juga, soal adat istiadat, jalan rusak, ketahanan pangan, bahkan kebijakan. Tim Kabupaten (District Team) yang berasal dari berbagai instansi diharapkan dapat memberikan kontribusi solusi atas persoalan sistemik  yang ada. Jalan rusak bisa jadi urusan PU atau Kimpraswil. Sedangkan air urusan PAM, listrik langsung diurus PLN, kebutuhan gizi dengan dinas pertanian, begitu seterusnya&#8230;</p>
<p>Perkaranya, tim perencana acapkali kesulitan dalam membunyikan data dan angka yang mereka bawa. Angka dan data tentang persoalan KIBBLA sering gagal dibaca secara cerdas dan komprehensif, serta tidak memberikan gambaran utuh tentang persoalan yang ada. Bahkan, tak jarang terjebak dalam kekacauan logika. Masak jumlah ibu melahirkan lebih besar daripada angka ibu yang hamil? Itu baru satu contoh. Contoh lain, angka kelahiran, kesakitan, dan kematian sama besar. Wah, itu pasti kasus luar biasa, tidak ada yang berhasil ditolong. Kalau angka itu benar, pasti kepala dinas kesehatan harus turun dari jabatanya. Bagaimana mungkin, bayi yang lahir, sakit dan mati sama besar? Apa yang dikerjakan petugas kesehatan? Ternyata, ketidaktelitian membaca dan mencantumkan data jadi persoalan sebenarnya.</p>
<p>Gagasan geomedis kemudian mencoba untuk membantu tim perencana meletakkan semua angka dan data itu secara visual, sehingga lebih gampang membaca persoalan KIBBLA di kabupaten mereka. Caranya sederhana saja, data-data itu diletakkan di peta buta kabupaten. Dan, woala, langsung terlihat sistem jaringan persoalan. Tim pun langsung bisa menelusuri penyebab mengapa angka kematian di sebuah puskesmas desa lebih tinggi dibandingan puskesmas di desa lain? juga segera tahu, ada sebuah desa yang banyak fasilitas dan tenaga kesehatannya, tapi justru angka kematian ibu paling tinggi. Semua tergambar secara visual, lengkap dengan tanda-tanda geografisnya.</p>
<p>Ketika merancang solusi dan kegiatan, tim perencana langsung bisa membayangkan apa yang harus mereka lakukan. Pilihannya tidak selalu terkait dengan aspek medis, bisa saja membangun jalan menuju kampung terpencil, memperbaiki sistem sanitasi, atau bisa juga membangun kesadaran di kalangan para pengambil keputusan di desa (suami, mertua, tetua adat, dll). Juga, dapat merencanakan perbaikan-perbaikan kesalahan di masa lampau (misalnya, mendekatkan puskesmas ke pemukimanan, melatih tenaga kesehatan, magang bidan, atau bahkan membangun sistem kemitraan dengan dukun &#8211; meniadakan dukun sama sekali ternyata susah).</p>
<p>Pada praktek fasilitasinya, geomedis ini bisa diletakkan sebelum sesi satu. Tim perencana per kabupaten untuk menggambarkan hasil pengisian tabel (1A-D) pada  Sesi 1: Analisis Situasi dan Penyebab Masalah di sebuah peta buta setingkat kecamatan. Mereka diminta meletakkan simbol fasilitas kesehatan, kasus-kasus kesehatan dan kematian, serta faktor-faktor penghambat di tempat-tempat yang tepat. Sambil membaca data dan angka, mereka kemudian membuat gambaran peta kesehatan yang jelas. Ini akan sangat membantu pemetaan ruang dan pencarian solusi-kegiatan di sesi-sesi berikutnya.</p>
<p>Gagasan dan metode ini berfungsi dengan baik saat dipraktekkan. Para peserta mengakui sangat terbantu dalam &#8220;menghidupkan&#8221; angka dan data, serta menjadikan terang langkah-langkah apa yang harus diambil. <em>It works!</em></p>
<p>(dicky lopulalan/nyala nusantara)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/229/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/229/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/229/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=229&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/03/05/geomedis-kibbla-peta-jaringan-kesehatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://penalahati.files.wordpress.com/2009/03/geomedis.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">geomedis</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Forum KIBBLA: Menyambung Keterputusan Dialog</title>
		<link>http://penalahati.wordpress.com/2009/02/12/forum-kibbla-menyambung-keterputusan-dialog/</link>
		<comments>http://penalahati.wordpress.com/2009/02/12/forum-kibbla-menyambung-keterputusan-dialog/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Feb 2009 01:23:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>penalahati</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pikiran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://penalahati.wordpress.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Tahap Pertama dari Perencanaan DTPS KIBBLA adalah Orientasi Multipihak. Tujuan utamanya adalah meminta dukungan dan kontribusi multipihak dalam proses Perencanaan DTPS KIBBLA. Akan tetapi, setelah Tim Perencana dan Tim Advokasi terbentuk, yang namanya multipihak terlupakan, meski memang di masing-masing pihak terdiri atas unsur-unsur multipihak. Padahal, semestinya, Tahap Orientasi tersebut adalah sebuah kesempatan untuk membangun gerakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=224&subd=penalahati&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tahap Pertama dari Perencanaan DTPS KIBBLA adalah Orientasi Multipihak. Tujuan utamanya adalah meminta dukungan dan kontribusi multipihak dalam proses Perencanaan DTPS KIBBLA. Akan tetapi, setelah Tim Perencana dan Tim Advokasi terbentuk, yang namanya multipihak terlupakan, meski memang di masing-masing pihak terdiri atas unsur-unsur multipihak. Padahal, semestinya, Tahap Orientasi tersebut adalah sebuah kesempatan untuk membangun gerakan kesehatan bersama-sama dan menjadi pintu masuk untuk membangun relasi yang lebih kuat. Terutama, terkait dalam proses pengawalan implementasi dari perencanaan yang sudah dibuat.</p>
<p><span id="more-224"></span>Akan lebih menarik sebenarnya, jika peran para pihak diwadahi dalam sebentuk Forum KIBBLA yang akan menjadi tempat bertemu dan berbagi informasi di antara para pihak, dan mampu memberikan informasi,  saran-saran atau tindakan-tindakan tepat yang dibutuhkan pihak eksekutor. Forum ini juga bertujuan untuk membicarakan hal-hal krusial terkait dengan kasus kematian atau kesakitan ibu, bayi baru lahir dan anak balita yang terjadi di satu kabupaten/kota, serta membangun hubungan dengan pihak-pihak yang dipercaya dan diyakini dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan KIBBLA dan menurunkan angka kematian. Sekaligus di dalamnya, forum dapat menjadi tempat pelayanan informasi dan pengaduan dari publik atas kasus-kasus kematian dan kesakitan yang terjadi di lapangan. Pengaduan ini dapat ditindaklanjuti sebagai temuan-temuan yang dapat memperbaiki kinerja instansi-instansi terkait di lapangan.</p>
<p>Untuk memulainya sebenarnya mudah. Tahap Orientasi yang telah (dan selalu) dilakukan setiap kali akan melakukan proses perencanaan setiap tahunnya, sudah berhasil membangun visi KIBBLA bersama-sama. Selanjutnya, tinggal mengatur waktu untuk bertemu secara reguler (sebulan sekali, misalnya) dan saling berbagi informasi. Hasil pertemuan ini dapat menjadi sebuah rekomendasi, saran atau seruan, bukan saja kepada pemerintah daerah tapi juga kepada kelompok-kelompok multipihak yang diwakili dalam Forum KIBBLA, publik lebih luas dan pihak-pihak yang dipandang berkompeten. Forum juga dapat bertemu di luar jadual rutin, manakala ada kasus-kasus yang membutuhkan perhatian secara serius. Jika ini bisa berjalan dengan baik, maka pertemuan Tahap Orientasi Multipihak DTPS KIBBLA setiap tahunnya, bukan lagi sekadar pembangunan visi bersama dan penyadaran para pihak tentang pentingnya perencanaan DTPS KIBBLA, melainkan menjadi sebuah ajang pertemuan tahunan Multipihak untuk mencermati kembali langkah-langkah yang telah direncanakan dan diimplementasikan, mencari pengalaman-pengalaman terbaik, serta memberikan berbagai masukan untuk dibawa oleh tim perencana ke Lokakarya Perencanaan DTPS KIBBLA. Ini akan menjadi bahan yang sangat untuk tim perencana.</p>
<p>Seyogyanya, Forum KIBBLA ini bersifat independen dan tidak berada di bawah struktur kedinasan. Agar, dapat mandiri dan bergerak lebih leluasa. Pemerintah daerah (Dinas Kesehatan) dan lembaga dana dapat memfasilitasi  proses pembentukan dan perkembangan di tahap-tahap awal agar Forum punya landasan yang kokoh dan berdaya.</p>
<p>Gagasan forum multipihak ini sebenarnya tidak baru. Di sektor-sektor lain, seperti kehutanan, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat, forum multipihak semacam ini telah berjalan dengan baik dan berhasil menyambungkan keterputusan-keterputusan dialog antar pelbagai pihak dan lintas sektoral. Forum ini akan semakin berdaya manakala tidak saja dibangun di tingkat kabupaten, tapi juga di tingkat desa, kecamatan dan provinsi. Sehingga, menjadi jaringan multipihak yang akan menjadi rekanan pemerintah daerah untuk menuntaskan masalah kematian ibu, bayi baru lahir dan anak balita. <em>(dicky lopulalan/Doni Baruno</em>)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/penalahati.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/penalahati.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/penalahati.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/penalahati.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/penalahati.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/penalahati.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/penalahati.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/penalahati.wordpress.com/224/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/penalahati.wordpress.com/224/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/penalahati.wordpress.com/224/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=penalahati.wordpress.com&blog=2339549&post=224&subd=penalahati&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://penalahati.wordpress.com/2009/02/12/forum-kibbla-menyambung-keterputusan-dialog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/93208177e230388457dd81c5f019403e?s=96&#38;d=http%3A%2F%2F1.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">penalahati</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>